Sekitar 100 Warga Tiga Kecamatan Ngluruk DPRD

0
36

img-20171208-wa0003SUARATIMUR (BANYUWANGI) – Sekitar 100 warga tiga desa dari tiga kecamatan, Jum’at (8/12), ngluruk Gedung DPRD Banyuwangi. Mereka meminta para wakil rakyat bersikap tegas terhadap PT Lidjen yang diduga sebagai pihak paling bertanggungjawab atas terjadinya banjir kiriman sehingga merusak air minum maupun fasilitas irigasi warga di ketiga desa tersebut.

Ketiga desa yang terdampak banjir kiriman dari lahan HGU PT Lidjen itu, antara lain, Desa Tamansari Kecamatan Licin, Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah dan Desa Bulusari Kecamatan Kalipuro.

Syukur, Koordinator Warga Tiga Desa itu kepada wartawan, menjelaskan sejak dibukanya lahan HGU PT Lidjen yang sebelumnya banyak ditumbuhi tanaman gembelina sering menyebabkan aliran sungai yang melintasi ketiga desa tersebut meluap.

‘’Kondisi ini diperparah lagi ketika lahan HGU PT Lidjen itu ditanami bawang putih. Desa kami sampai dilanda banjir bandang yang membawa material lumpur dan bongkahan tanaman. Akibatnya, air minum warga menjadi keruh. Bahkan sejumlah saluran irigasi pertanian warga juga rusak,’’ ungkap Syukur.

Karena itu, lanjut Syukur, pada hearing keempat kalinya Jum’at Sore ini, pihaknya membawa sekitar 100 warga dari ketiga desa terdampak untuk ikut serta mendesak agar DPRD Banyuwangi segera menghentikan kegiatan penanaman bawang putih seluas 86 hektar oleh CV Sinar Padang yang bekerjasama dengan PT Lidjen.

‘’Selain itu kami juga minta DPRD segera merekomendasikan pencabutan ijin HGU PT Lidjen. Bila tuntutan kami tidak dihiraukan, kami akan mengerahkan warga dalam jumlah lebih besar. Bahkan kami tidak segan-segan mengambil tindakan di lokasi,’’ tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY