Sofi Minta Pemerintah Lindungi Petani Ubi

0
57

Pewarta : Nurhadi

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Fenomena kemerosotan harga jual ubi dan singkong dalam delapan bulan terakhir perlu perhatian para pihak untuk mencari jalan keluar terbaik agar para petani ubi dan singkong tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

Menurut Sofiandi Susiadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi asal Fraksi Partai Golkar & PAN, berdasarkan pengamatan di lapangan harga jual singkong yang sebelumnya  Rp. 1.000 hingga Rp 3.000,- per kilogram, saat ini  rata-rata petani menjual dengan  harga di bawah  Rp. 600,-per kilogram.”Padahal dalam kalkulasi usaha agar  para petani singkong tidak rugi harga minimal adalah Rp. 600,- per kilogram,”jelas Sofi

Untuk itu, Sofi berharap ada kepedulian dari pihak ketiga baik pemerintah maupun swasta yang mampu menjaga harga singkong  dan ubi yang stabil khususnya pada saat panen raya yang cenderung mengakibatkan anjloknya harga jual.

sofiandi_susiadi_f_pg1
Sofiandi Susiadi, anggota Fraksi Partai Golkar & PAN DPRD Banyuwangi

Salah satu kelemahan bangsa kita selama ini menurut Sofi adalah belum mampu menjual hasil pertanian dalam bentuk natural bukan dalam bentuk hasil olahan. Sehingga butuh kepedulian lembaga ilmiah bisa membantu petani mampu mengolah hasil panen sehingga dapat memberi nilai tambah penjualan produksinya.

Selain itu, politisi Golkar asal Benculuk itu mengharapkan kepedulian Perguruan Tinggi untuk melakukan penelitian ilmiah terkait fenomena merosotnya harga jual ubi dalam delapan bulan terakhir. Hasil penelian tersebut bisa digunakan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan yang lebih pro petani.

Yang tidak kalah penting, menurut  Sofi, para petani diminta untuk membentuk organisasi yang lebih spesifik, misalnya kelompok petani ubi yang dapat dijadikan landasan hukum untuk melindungi kepentingan dan kelangsungan usaha mereka di dalam menghadapi serbuan produk asing dalam pasar bebas.

LEAVE A REPLY