Warga Boom Masih Berharap Direlokasi Ke Lahan Pelindo Diluar Masterplan BMB

0
31

misati-d-bu-untung20161219_085930SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Hearing yang digelar DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (19/12/2016), yang mempertemukan warga dengan perwakilan PT Pelindo dan PT Pelabuhan Properti Indonesia (PPI) serta perwakilan Forpimda Banyuwangi dan Forpimka Kota Banyuwangi, menemui jalan buntu. Pasalnya, warga tetap bersikeras meminta lahan milik Pelindo yang berada di luar Masterplan Boom Marina Banyuwangi, persisnya yang terletak di sisi barat kawasan Pantai Boom.

Menurut Nur Yasin, Ketua RW 01 Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, tawaran PT PPI yang ngotot akan memindah warga ke kawasan warung panjang milik PT KAI yang berlokasi di Desa Ketapang, Kcamatan Kalipuro, sangat tidak rasional karena tidak memperhatikan faktor kelanjutan matapencaharian warga di sana.

Meskipun akan menyiapkan lahan dan rumah, lanjut Nur Yasin, namun semua baru sebatas omongan PT PPI dihadapan forum hearing. ‘’Karena itu kami tegas menolaknya sebab PPI tidak mikirkan bagaimana nasib warga setelah pindah di sana. Kendati sudah disiapkan rumah, apa gunanya jika warga kemudian nganggur. Kami menolak dipindah di warung panjang,’’ tegas Nur Yasin, Selasa (20/12/2016) kepada SUARATIMUR.

Menurutnya, jika memang masterplan Boom Marina Banyuwangi (BMB) tidak bisa dirubah lagi, namun PT Pelindo masih memiliki lahan cukup luas yang ada di luar lokasi tersebut. ‘’Untuk itu kami berharap warga dipindahkan ke lokasi seberat barat Pantai Boom,’’ harapnya.

Eko Suryono

LEAVE A REPLY