Dihadiri Bupati-Wabup, Perayaan Ogoh-Ogoh di Jember Jadi Agenda Wisata Religi

0
145

SUARATIMUR.NET (JEMBER) Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka yang akan diikuti oleh seluruh umat Hindu di Indonesia pada pada Minggu (18/3/2018) besok, juga terasa di Kabupaten Jember, hal ini terlihat saat tradisi perayaan mengarak Ogoh-Ogoh sehari sebelum Hari Raya Nyepi digelar oleh umat Hindu Jember yang ada di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Jember pada Jumat (15/3/2018) malam.

Arakan Ogoh-Ogoh tahun ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana perayaan ini merupakan perayaan pertama kalinya yang dihadiri oleh Bupati Jember dr, Hj. Faida MMR beserta Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqiet Arif serta Dandim 0824 Jember Letkol. Arif Munawar, hadir juga perwakilan dari Polres Jember serta beberapa pejabat di lingkungan Pemkab.

“Perayaan Ogoh-Ogoh ini adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi, dimana seminggu sebelumnya telah dilakukan upacara Melasti dengan melakukan Larung Laut di pantai Paseban, dan hari ini perayaan mengarak Ogoh-Ogoh, dan puncaknya pada Minggu nanti yaitu Catur Tapa Brata,” ujar I Wayan Wesa Atmaja Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember.

Wayan menambahkan, bahwa rangkaian ini merupakan bagian dari ritual Nyepi yang dimaknai sebagai langkah untuk mengembalikan energi negatif pada tempatnya, dan yang tinggal diatas bumi ini hanyalah energi positif. Sebagai Ketua PHDI Jember, dirinya begitu bangga setelah sekian lama penyelenggaraan arak ogoh-ogoh ini, baru pertama kali dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember secara bersamaan. “Ini merupakan bentuk kepedulian beliau berdua sebagai pemimpin untuk merayakan hari raya nyepi bersama masyarkat hindu di Jember khususnya di Desa Sukoreno ini”, ungkap Wayan.

Sementara Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, dalam sambutannya mengaku dirinya begitu kagum bahwa di Desa Sukoreno ini ada masyarakat Hindu yang hidup berdampingan dengan masyarakat Islam bersama-sama dalam merayakan Nyepi. “Inilah kekayaan Kabupaten Jember, dimana antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya meski bukan satu keyakinan bisa hidup berdampingan dan saling menghormati”, kata Bupati Faida.

Kerukunan umat beragama di Desa Sukoreno ini juga diapresiasi bupati sebagai kekayaan Jember yang layak diketahui masyarakat Indonesia dan dunia, dimana acara perayaan mengarak ogoh-ogoh tidak hanya dikerjakan oleh umat Hindu, tapi juga melibatkan umat Islam, sehingga ke depan perayaan Hari Raya Nyepi di Desa Sukoreno akan diagendakan menjadi Destinasi Wisata Religi.

“Perayaan arak ogoh-ogoh ini bisa dijadikan sebagai sebuah agenda wisata religi di Kabupaten Jember, apalagi di Desa Sukoreno ini sendiri tidak hanya hidup masyarakat Hindu saja, namun juga dihuni oleh masyarakat Muslim, ini yang hebat, perayaan Nyepi disini tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Hindu saja, tapi masyarakat muslim juga terlibat, inilah bentuk dari Pancasila,” tegas Bupati.

Bahkan saat akan melepas arak ogoh-ogoh tersebut, Bupati Faida juga meminta agat kepada semua wartawan khususnya para awak media televisi agar menyiarkan bahwa di Jember perayaan Arak Ogoh-ogoh untuk menyambut Hari raya Nyepi tidak hanya dirayakan oleh Umat Hindu saja, tapi juga memberikan hiburan bagi masyarakat muslim.

“Inilah kekayaan Jember. Antar umat beragama mampu berdampingan. Untuk kepada semua pers yang hadir saat ini, beritahukan kepada Indonesia, Beritahukan kepada Dunia bahwa di Jember Umat Islam dan Umat Hindu hidup berdampingan dan rukun,” seru Faida.

Faida berharap kegiatan positif ini bisa dilakukan terus sebagai bentuk kebersamaan antar warga masyarakat sebagai satu NKRI. (*)

LEAVE A REPLY